PSN RW 3 Tompokersan: ABJ Capai 92,8%, Ditemukan 10 Kasus Positif Jentik
- Jan 17, 2025
- RINDANG ASRI LAKSANAWATI,S.Ap
PSN RW 3 Tompokersan: ABJ Capai 92,8%, Ditemukan 10 Kasus Positif Jentik
Lumajang, 17 Januari 2025 – Pemerintah Kelurahan Tompokersan bekerja sama dengan Puskesmas Rogotrunan melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RW 3. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan memeriksa potensi sarang nyamuk di lingkungan warga. Lurah Tompokersan, hadir bersama staf kelurahan, bidan, perawat, dan kader untuk memimpin kegiatan ini.
Sebanyak 139 rumah di RW 3 menjadi sasaran pemeriksaan. Dari hasil inspeksi, ditemukan 10 rumah dengan kasus positif jentik nyamuk, sementara Angka Bebas Jentik (ABJ) tercatat mencapai 92,8%. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas lingkungan telah terbebas dari sarang nyamuk, meskipun masih terdapat titik-titik rawan yang perlu perhatian lebih lanjut.
Lurah Tompokersan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga dan dukungan Puskesmas Rogotrunan. “ABJ ( Angka Bebas Jentik ) yang tinggi ini adalah hasil kerja keras bersama. Namun, dengan adanya 10 kasus positif jentik, kita harus semakin waspada dan meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk di wilayah ini,” ujar Joko Setiyo.
Bidan dan perawat dari Puskesmas Rogotrunan memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui 3M Plus: menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas, serta menanam tanaman pengusir nyamuk. Selain itu, warga juga diajarkan cara mengenali tanda-tanda awal DBD untuk segera mendapatkan penanganan medis.
Tim gabungan dari kelurahan dan Puskesmas Rogotrunan memfokuskan pemeriksaan pada area-area berisiko seperti bak mandi, talang air, pot bunga, dan barang bekas yang dapat menampung air. Warga yang ditemukan memiliki jentik nyamuk diberi arahan langsung untuk segera melakukan pembersihan serta dibagikan larvasida untuk mencegah perkembangan nyamuk.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga RW 3. Mereka mendukung penuh upaya pencegahan ini dan menyatakan komitmennya untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan. “Kami siap membantu memastikan lingkungan ini bebas jentik nyamuk, karena keselamatan bersama adalah tanggung jawab kita semua,” ujar salah satu warga.
Melalui kegiatan PSN ini, Kelurahan Tompokersan bersama Puskesmas Rogotrunan berharap dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit DBD. Kolaborasi antara pemerintah, petugas kesehatan, dan warga akan terus diperkuat untuk memastikan wilayah RW 3 menjadi contoh daerah yang bersih dan aman dari nyamuk pembawa penyakit.
Author
**Sahabattompokersan