Dialog Pilar-Pilar Sosial Kabupaten Lumajang Bersama Gus Mensos RI "SAIFULLAH YUSUF"

  • May 30, 2025
  • RINDANG ASRI LAKSANAWATI,S.Ap

Lumajang, Jumat, 30 Mei 2025.

Menteri Sosial Republik Indonesia Drs. H. Saifullah Yususf, atau beliau lebih senang disapa dengan panggilan "Gus Ipul" secara khusus mengunjungi kota Lumajang untuk mengadakan dialog bersama pilar-pilar sosial Kabupaten Lumajang sekaligus memberikan apresiasi kepada para penerima bantuan yang sudah bisa mandiri dengan mengembangkan usaha produksi kertas dari pelepah pisang. Pilar-pilar sosial yang sengaja dihadirkan pada undangan tersebut antara lain; Petugas Sosial Masyarakat (PSM), Karang Taruna, Tagana, Pendamping PKH, dan beberapa pilar sosial lainnya. 

Bantuan sosial dari pemerintah merupakan harapan baru bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan juga masyarakat Lumajang pada khususnya, terutama bagi mereka yang merupakan pejuang keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pemerintah tahun 2025 kembali meluncurkan berbagai prgram bantuan sosial (bansos) untuk memberikan dukungan nyata kepada masyarakat yang kurang mampu sebagai bagian dari pemulihan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Bantuan sosial selama ini menjadi penolong bagi masyarakat yang kurang mampu, ada yang menggunakannya untuk membeli sembako, ada yang digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka, dan ada juga yang digunakan untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak. Dengan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Tunai Langsung (BLT). Dalam hal ini pemerintah ingin memastikan bahwa kebutuhan dasar setiap individu yang rentan bisa terpenuhi.

Namun menurut Gus Ipul, "Bantuan sosial pada tahun 2025 di Kabupaten Lumajang ini diharapkan selain tepat sasaran juga harus terus memperbarui data setiap tiga bulan sekali."

Seringkali kita mendengar kata "Graduasi Bantuan Sosial", yang merupakan kebijakan pemerintah dalam memberikan bantuan sosial kepada masyarakat dengan maksud bahwa pemerintah berharap masyarakat yang kurang mampu akan berangsur-angsur bisa mandiri dan meningkatkan perkonomian keluarga mereka sedikit demi sedikit. Graduasi bukan sekadar mekanisme administrasi untuk mengeluarkan keluarga dari daftar penerima bantuan melainkan pergeseran dari pendekatan charity-based menuju pendekatan capability-based. Dengan kata lain, graduasi adalah upaya mentransformasikan posisi masyarakat dari objek bantuan menjadi subjek pembangunan.

Menurut Gus Ipul, "Bantuan sosial yang diberikan pemerintah bukan untuk mencetak atau menurunkan garis kemiskinan, tapi diharapkan bisa memulihkan perekonomian mereka karena secara objektif telah mampu bertahan dan berkembang secara mandiri."

Penyaluran bantuan sosial harus berdasarkan patokan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) karena dengan menggunakan DTSEN memungkinkan penyasaran bantuan yang lebih tepat. Gus Ipul juga menjelaskan bahwa proses pemutakhiran DTSEN dilakukan melalui dua jalur yakni Jalur formal melalui integrasi data antar lembaga, dan Jalur partisipatif melalui aplikasi Cek Bansos, yang menyediakan fitur Usul dan Sanggah.

Gus Ipul : “Kami minta masyarakat melengkapi syarat yang tersedia di aplikasi cek bansos jika ingin mengusulkan atau menyanggah data yang ada"

Kegiatan dialog Pilar-pilar sosial Kabupaten Lumajang bersama Menteri sosial yang bertempat di pendopo "Arya Wiraraja" yang berlangsung mulai jam 13.00 sampai jam 16.00, kemudian Gus Ipul melanjutkan perjalanan ke kota Jember.

(Dew_KIM Tompokersan)